Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

OTOMOTIFTERPOPULER

Berikut Penjelasannya Mengapa Ban Motor Memiliki Pola Tapak Berlawanan Arah

sumber gambar : liputan6.com

Dengan ban sepeda motor, arah putaran menentukan bagian mana yang depan dan bagian mana yang belakang. Mereka tidak bisa hanya berdagang ke arah yang mereka tuju. Ban sepeda motor didesain khusus oleh pabrikan dengan arah putaran tertentu yang saling berlawanan.

Melansir situs Motorcycle Habit, pada ban motor, bagian mana yang depan dan belakang ditentukan oleh arah mereka saat berputar. Anda tidak boleh menukar begitu saja dengan arah yang mereka tuju. Oleh produsen, ban motor dirancang khusus dengan arah tapak tertentu yang saling berlawanan arah.

sumber gambar : kupasmotor.wordpress.com

Inilah salah satu alasan mengapa ban sepeda motor didesain dengan pola tapak yang berlawanan. Artinya, mempengaruhi roda depan dan belakang sepeda motor, yang mengalami gaya yang berbeda. Roda belakang diketahui berkaitan erat dengan akselerasi dan performa. Sedangkan roda depan terhubung dengan kemudi.

Baca Juga : Update Jadwal Terbaru GIIAS 2022 Jakarta dan Kota Lainnya di Indonesia

Pola tapak roda belakang dibuat dengan pola menolak air. Hal ini pada gilirannya membuat lebih banyak traksi saat berkendara di jalan dan mencegah hydroplaning, terutama saat kondisi jalan yang basah.

Sementara pada pola tapak roda depan motor sebenarnya melakukan fungsi yang sama. Akan tetapi, untuk alasan berbeda dibuat sedemikian rupa karena ban depanlah yang paling banyak mendapat tekanan dan tenaga saat motor mengerem.

Lebih lanjut, seperti dilansir dari SG Biker Boy, ditegaskan pula bahwa gaya yang dialami pada roda belakang (akselerasi) dan roda depan (pengereman) sangatlah berbeda. Sekarang, bayangkan selama pengereman keras, setiap air yang terperangkap di dalam pola tapak tersebut dan di antara ban dan permukaan jalan, juga mengalami gaya momentum yang sama.

sumber gambar : otomotif.kompas.com

Kondisi itu diketahui akan menambah daya dorong motor ke arah perjalanan yang diarahkan oleh pengendara. Dan karena gaya ini, pola alur ban depan “memaksa” air menjauh dari pusat ban. Dengan begitu, akan meningkatkan cengkraman permukaan jalan ke ban, terutama untuk pengereman di jalan basah.

Baca Juga : Remap ECU pada Mobil Memiliki Keunggulan dan Kekurangan

Mengapa arah rotasi ban depan dan Belakang berbeda?

Masing-masing ban depan dan ban belakang dipasang dengan tujuan yang berbeda, ban depan harus mampu menahan energi saat pengereman, sedangkan ban belakang harus sanggup mengalirkan energi saat akselerasi. Pola alur tapak ban harus mampu mengimbangi energi ini agar ban dapat digunakan dengan performa terbaiknya. Desain pola tapak ban Michelin dibuat dengan hati-hati untuk memenuhi kebutuhan ini, salah caranya adalah dengan membalik arah putaran ban.

sumber gambar : beritatagar.com

Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *